Asosiasi anggrek dalam budaya Tiongkok dengan keutamaan seperti keanggunan, selera yang baik, persahabatan, dan kesuburan sudah ada sejak zaman Konfusius sendiri, yang dikatakan memiliki keterikatan khusus pada bunga.
(The orchid's association in Chinese culture with such virtues as elegance, good taste, friendship, and fertility goes all the way back to Confucius himself, who was said to have a particular attachment to the flowers.)
Kutipan ini menyoroti makna budaya anggrek dalam tradisi Tiongkok, menekankan simbolisme kebajikan seperti keanggunan, persahabatan, dan kesuburan. Hal ini mencerminkan betapa mengakarnya simbol-simbol bunga ini dalam identitas kolektif, sejak zaman Konfusius, seorang tokoh terhormat yang ketertarikannya terhadap anggrek menggarisbawahi pentingnya hal tersebut. Asosiasi semacam ini memperdalam apresiasi kita terhadap unsur-unsur alam di luar nilai estetisnya, dan menyingkapkan bagaimana tanaman berfungsi sebagai metafora untuk kualitas-kualitas luhur dalam masyarakat. Mengenali makna-makna budaya ini meningkatkan pemahaman kita tentang keterhubungan antara alam dan identitas budaya.