Asosiasi anggrek dalam budaya Tiongkok dengan keutamaan seperti keanggunan, selera yang baik, persahabatan, dan kesuburan sudah ada sejak zaman Konfusius sendiri, yang dikatakan memiliki keterikatan khusus pada bunga.

Asosiasi anggrek dalam budaya Tiongkok dengan keutamaan seperti keanggunan, selera yang baik, persahabatan, dan kesuburan sudah ada sejak zaman Konfusius sendiri, yang dikatakan memiliki keterikatan khusus pada bunga.


(The orchid's association in Chinese culture with such virtues as elegance, good taste, friendship, and fertility goes all the way back to Confucius himself, who was said to have a particular attachment to the flowers.)

📖 Lawrence Osborne

🌍 Inggris  |  👨‍💼 Novelis

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti makna budaya anggrek dalam tradisi Tiongkok, menekankan simbolisme kebajikan seperti keanggunan, persahabatan, dan kesuburan. Hal ini mencerminkan betapa mengakarnya simbol-simbol bunga ini dalam identitas kolektif, sejak zaman Konfusius, seorang tokoh terhormat yang ketertarikannya terhadap anggrek menggarisbawahi pentingnya hal tersebut. Asosiasi semacam ini memperdalam apresiasi kita terhadap unsur-unsur alam di luar nilai estetisnya, dan menyingkapkan bagaimana tanaman berfungsi sebagai metafora untuk kualitas-kualitas luhur dalam masyarakat. Mengenali makna-makna budaya ini meningkatkan pemahaman kita tentang keterhubungan antara alam dan identitas budaya.

Page views
0
Pembaruan
Januari 13, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.