Ada banyak cara untuk menjadi seorang feminis. Beyonce, misalnya, adalah contoh sensualitas feminin yang indah dan masih sangat kuat. Karakter dan esensi batinku lebih seperti anak laki-laki berusia 15 tahun yang canggung, seperti remaja di belakang panggung, seperti, 'Iya, ada apa?' Itu yang coba saya salurkan.
(There are lots of ways to be a feminist. Beyonce, for example, is a beautiful example of feminine sensuality and is still really powerful. My character and my inner essence is more like an awkward 15-year-old boy, like a teenager backstage, like, 'Yeah, what's up?' That's what I'm trying to channel.)
Kutipan ini menyoroti beragam ekspresi feminisme, menekankan bahwa kekuatan dan pemberdayaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari sensualitas hingga kecanggungan masa muda. Ia merayakan individualitas dan menolak gagasan tentang cara tunggal untuk mewujudkan cita-cita feminis. Penjajaran antara ketenangan Beyoncé dan kecanggungan pembicara yang diakui sendiri dengan indah menggambarkan bahwa keaslian muncul dalam berbagai bentuk. Merangkul identitas unik dan kebiasaan seseorang adalah tindakan penerimaan diri yang kuat, mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama terlepas dari ekspektasi masyarakat.