Tidak diragukan lagi bahwa Robert Mugabe dan ZANU-PF telah kehilangan dukungan rakyat Zimbabwe. Dan semakin mereka bersikap keras kepala, semakin mereka menjadi kejam dan berusaha menindas masyarakat, semakin membuat masyarakat menentang mereka, dan semakin kecil peluang mereka untuk mempertahankan kekuasaan.
(There is absolutely no doubt that Robert Mugabe and ZANU-PF have lost the popular support of the people of Zimbabwe. And the more they become intransigent, the more they become vicious and try to repress people, the more it turns people against them, and the less chance they have of ever holding onto power.)
Kutipan ini menyoroti kemunduran rezim otoriter yang tak terelakkan dan lebih mengandalkan penindasan dibandingkan dukungan tulus. Ketika kepemimpinan menolak untuk beradaptasi atau mendengarkan, ketakutan dan kebencian di kalangan masyarakat semakin meningkat, yang pada akhirnya menyebabkan kejatuhan mereka. Hal ini menggarisbawahi pentingnya legitimasi dan kerusakan yang disebabkan oleh penindasan, yang menggambarkan bahwa mengasingkan masyarakat akan melemahkan struktur kekuasaan yang paling mengakar sekalipun. Empati dan keterlibatan sangat penting bagi tata kelola yang berkelanjutan, karena pengendalian yang bersifat buruk hanya akan mempercepat penolakan dan hilangnya otoritas.