Tidak ada kebebasan dalam perbudakan damai.
(There is no freedom in peaceful slavery.)
Kutipan ini menyoroti paradoks bahwa kebebasan sejati tidak bisa hidup berdampingan dengan ketundukan dan rasa puas diri. Meskipun konformitas secara damai mungkin tampak nyaman, hal ini dapat menyebabkan hilangnya otonomi individu dan pemikiran kritis. Kebebasan mencakup keberanian untuk menantang, mempertanyakan, dan melawan sistem yang menindas, meskipun upaya untuk mencapai perubahan itu sulit. Ungkapan tersebut mendesak kita untuk tetap waspada dan proaktif dalam menjaga kebebasan kita, menekankan bahwa kebebasan sejati menuntut upaya aktif daripada penerimaan pasif.