Ada sisi yang ingin saya lakukan seperti film seni yang sangat terbelakang seperti parodi, film seni megah yang seharusnya memiliki makna mendalam.
(There's a side that I want to do just like really retarded arty films like parody, pretentious art films that kind of are supposed to have some deep meaning.)
Kutipan ini mencerminkan ketertarikan terhadap film seni yang sengaja dibuat absurd atau dibesar-besarkan yang bertujuan untuk menyindir atau memparodikan kepura-puraan yang sering dikaitkan dengan seni tinggi. Ini menyoroti keinginan untuk mengeksplorasi atau mungkin mengkritik kecenderungan beberapa karya seni yang mengutamakan kedalaman dibandingkan aksesibilitas atau ekspresi asli. Film-film semacam itu dapat berfungsi sebagai hiburan dan komentar, mempertanyakan apa sebenarnya yang dimaksud dengan seni yang bermakna dan menantang ekspektasi penonton. Keterusterangan pembicara menambah unsur humor dan kesadaran diri tentang ketertarikan mereka pada gaya sinematik yang subversif, terkadang 'terbelakang' (sebagai istilah sehari-hari yang direklamasi) ini.