Meskipun secara teknis saya berasal dari keluarga film, ayah saya sudah berhenti membuat film bahkan sebelum saya dan saudara laki-laki saya lahir. Jadi saya tidak terlalu besar di lingkungan filmi. Dan ketika saya beranjak dewasa, menjadi seorang aktris masih merupakan hal yang tabu. Dan Anda mungkin tidak percaya ini, tapi bahkan ayah saya tidak ingin saya bergabung dengan film.

Meskipun secara teknis saya berasal dari keluarga film, ayah saya sudah berhenti membuat film bahkan sebelum saya dan saudara laki-laki saya lahir. Jadi saya tidak terlalu besar di lingkungan filmi. Dan ketika saya beranjak dewasa, menjadi seorang aktris masih merupakan hal yang tabu. Dan Anda mungkin tidak percaya ini, tapi bahkan ayah saya tidak ingin saya bergabung dengan film.


(Though I technically come from a film family, my father had stopped making films even before my brother and I were born. So I did not really grow up in a filmi environment. And when I was growing up, becoming an actress was still quite a taboo. And you may not believe this, but even my father did not want me to join films.)

📖 Rani Mukerji

🌍 India

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti hubungan kompleks antara aspirasi pribadi dan harapan keluarga, serta norma-norma masyarakat. Tumbuh dalam keluarga yang terkait dengan industri film, orang mungkin berasumsi bahwa jalan untuk menjadi seorang aktris akan didorong atau setidaknya dipahami. Namun kenyataan yang disajikan di sini menunjukkan gambaran berbeda. Ayah pembicara, yang menghentikan kariernya di dunia film sebelum dia dan saudara laki-lakinya lahir, kemungkinan besar ingin menjauhkan diri dari industri film, mungkin untuk menghindari ketenaran, pengawasan, atau kompromi yang terkait dengannya.

Selain itu, sikap masyarakat terhadap aktris, terutama perempuan, secara historis bersifat konservatif dan sering kali mendapat stigma. Fakta bahwa menjadi seorang aktris adalah hal yang tabu selama masa kecilnya menggarisbawahi betapa sulitnya mengejar karir seperti itu secara terbuka dan dapat diterima oleh perempuan, terlepas dari latar belakang keluarga. Ceritanya kepada kita bahwa bahkan ayahnya pun tidak ingin dia bergabung dengan dunia film mengungkapkan konflik internal dan tekanan masyarakat yang dihadapi banyak orang ketika memilih jalur karier mereka. Ini mencerminkan pergulatan antara keinginan pribadi dan harapan eksternal.

Narasi ini juga menunjukkan ketahanan dan tekad. Meskipun ada banyak rintangan, pembicara mungkin tetap mengejar ambisinya melawan rintangan ini, menunjukkan kekuatan dan semangat terhadap profesinya. Hal ini menambah kedalaman pemahaman terhadap tantangan yang dihadapi oleh perempuan di industri film, terutama mereka yang berasal dari latar belakang tradisional yang konservatif. Secara keseluruhan, kutipan ini mencerminkan tema konflik keluarga, stereotip masyarakat, keberanian pribadi, dan transformasi persepsi budaya mengenai perempuan dalam sinema.

Page views
55
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.