Meskipun Era Jazz terus berlanjut, hal ini semakin tidak lagi menjadi urusan kaum muda. Sekuelnya seperti pesta anak-anak yang diambil alih oleh para tetua.

Meskipun Era Jazz terus berlanjut, hal ini semakin tidak lagi menjadi urusan kaum muda. Sekuelnya seperti pesta anak-anak yang diambil alih oleh para tetua.


(Though the Jazz Age continued it became less and less an affair of youth. The sequel was like a children's party taken over by the elders.)

📖 F. Scott Fitzgerald

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Pengarang

(0 Ulasan)

Kutipan dari F. Scott Fitzgerald ini dengan jelas menangkap transformasi bertahap dari fenomena budaya yang dulunya dinamis dan berjiwa muda—Zaman Jazz—menjadi sesuatu yang lebih tenang dan didominasi oleh generasi yang lebih tua. Awalnya, Era Jazz mewakili semangat pemberontakan, inovasi, dan kebebasan yang dianut oleh generasi muda yang berusaha melepaskan diri dari norma-norma tradisional. Itu adalah masa perubahan sosial yang energik, musik jazz, flappers, dan bentuk ekspresi baru. Namun, seiring berjalannya waktu, vitalitas yang pernah menjadi ciri era tersebut memudar, dan mulai menyerupai sebuah pertemuan di mana peserta aslinya telah menua, dan energinya terasa melemah.

Metafora pesta anak-anak yang diambil alih oleh orang yang lebih tua sangatlah mencolok. Hal ini menunjukkan sebuah adegan di mana kepolosan dan kegembiraan masa muda telah digantikan oleh versi yang lebih tua, yang mungkin lebih berhati-hati. Hal ini dapat diartikan sebagai komentar mengenai betapa seringnya gerakan budaya berkembang, kehilangan semangat awalnya, atau terserap ke dalam arus utama. Peralihan dari perayaan yang spontan dan bernuansa muda ke pertemuan yang lebih terstruktur, mungkin lebih konservatif, menggambarkan proses menuanya tren sosial yang tak terelakkan.

Dari perspektif yang lebih luas, kutipan ini berbicara tentang hakikat perubahan itu sendiri—bagaimana gerakan kaum muda, yang penuh semangat dan orisinalitas, sering kali menghadapi tantangan untuk mempertahankan energi tersebut dari waktu ke waktu. Ketika mereka melanjutkan, terkadang mereka berubah menjadi sesuatu yang kurang otentik, menyerupai cerminan pucat dari diri mereka sebelumnya. Hal ini mengundang refleksi mengenai pentingnya melestarikan semangat asli dari fenomena budaya dan pemahaman bahwa semua gerakan tunduk pada perjalanan waktu dan perubahan masyarakat yang tiada henti.

Page views
41
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.