Karena kepengecutan dan rasa berpuas diri, kita hanya bertahan sementara impian biasa untuk memiliki rumah berubah menjadi mimpi buruk.
(Through cowardice and complacency, we have stood by while the ordinary dream of owning a home has turned into a nightmare.)
Kutipan ini menyoroti kegagalan kolektif kita untuk bertindak tegas terhadap masalah-masalah yang muncul terkait dengan perumahan. Hal ini menunjukkan bahwa kurangnya keberanian dan rasa puas diri telah menyebabkan kemerosotan aspirasi mendasar—kepemilikan rumah—yang mengubahnya dari tujuan yang disayangi menjadi mimpi buruk yang penuh rintangan. Hal ini berfungsi sebagai seruan untuk mengakui pentingnya langkah-langkah proaktif dibandingkan penerimaan pasif, dengan menekankan bahwa perubahan masyarakat memerlukan kesadaran, keberanian, dan kemauan untuk menghadapi kenyataan yang tidak menyenangkan untuk memulihkan harapan dan peluang di pasar perumahan.
---Nick Boles---