Masalahnya adalah, anak-anak merasa mereka harus mengejutkan orang yang lebih tua dan setiap generasi tumbuh menjadi generasi yang lebih sulit untuk dikejutkan.

Masalahnya adalah, anak-anak merasa mereka harus mengejutkan orang yang lebih tua dan setiap generasi tumbuh menjadi generasi yang lebih sulit untuk dikejutkan.


(Trouble is, kids feel they have to shock their elders and each generation grows up into something harder to shock.)

πŸ“– Ben Lindsey

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Hakim

πŸŽ‚ November 25, 1869  β€“  ⚰️ March 26, 1943
(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti siklus perubahan sosial dan budaya yang sedang berlangsung dalam perilaku yang dianggap mengejutkan atau dapat diterima. Ketika setiap generasi muncul, generasi ini cenderung mendorong batasan lebih jauh, mungkin didorong oleh keinginan akan identitas, pemberontakan, atau respons terhadap nilai-nilai era sebelumnya. Fenomena ini menekankan bahwa konsep guncangan tidaklah statis; hal ini berkembang seiring dengan norma-norma masyarakat, seringkali menjadi lebih kompleks atau intens seiring berjalannya waktu. Gagasan bahwa generasi muda merasa perlu untuk menantang atau menghadapi harapan orang yang lebih tua mencerminkan dinamika perubahan generasi yang lebih luas dan keinginan alami manusia untuk maju atau berbeda.

Lebih jauh lagi, siklus ini dapat mempunyai implikasi besar terhadap kohesi masyarakat. Ketika setiap generasi baru bertujuan untuk 'mengejutkan' generasi sebelumnya, hal ini dapat menyebabkan meningkatnya polarisasi atau kesalahpahaman antar kelompok umur. Namun, hal ini juga menggarisbawahi pentingnya dialog dan kemampuan beradaptasi dalam masyarakat, seiring dengan upaya setiap generasi untuk mendamaikan tradisi dengan inovasi. Memahami pola ini dapat membantu kita menumbuhkan empati yang lebih besar antar kelompok usia, menyadari bahwa dorongan untuk menentang norma adalah bagian mendasar dari perkembangan manusia dan evolusi masyarakat.

Pada akhirnya, baik dalam perilaku, moral, atau keyakinan, dorongan terhadap keterkejutan dapat menjadi katalisator untuk refleksi dan perubahan. Hal ini mendorong batas-batas masyarakat, mendorong pertumbuhan dan adaptasi, dan mengingatkan kita bahwa persepsi tentang apa yang mengejutkan atau dapat diterima terus berubah. Merefleksikan siklus ini dapat menghasilkan apresiasi yang lebih dalam mengenai bagaimana masyarakat berevolusi dan bagaimana setiap generasi berkontribusi dalam membentuk lanskap budaya yang akan menjadi tempat lahirnya generasi mendatang.

Page views
64
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.