Vampir telah menjadi sosok yang tragis atau romantis. Vampir sebagian besar merupakan kisah rayuan. Mereka bukan lagi makhluk menakutkan dalam kegelapan.
(Vampires have become tragic or romantic figures. Vampires are largely seduction tales. They're no longer the scary creatures in the dark.)
Kutipan ini menyoroti transformasi vampir dari makhluk menakutkan dan mengerikan menjadi simbol rayuan, tragedi, dan romansa. Secara tradisional, vampir melambangkan ketakutan mendasar—kegelapan, kematian, hal-hal yang tidak diketahui—dan berfungsi sebagai metafora untuk kecemasan masyarakat seputar kematian dan hal-hal gaib. Namun, seiring berjalannya waktu, penggambaran modern telah bergeser ke versi romantis, seperti karakter seperti Dracula dalam budaya populer yang dicontohkan, yang sering digambarkan sebagai sosok yang memikat dan kompleks, bukan sekadar menakutkan. Evolusi ini mencerminkan perubahan budaya yang lebih luas, di mana batas antara kebaikan dan kejahatan, bahaya dan keinginan menjadi kabur. Vampir kini memenuhi daya tariknya terhadap keabadian, rayuan, dan daya tarik awet muda, mengubah apa yang dulunya mimpi buruk menjadi fantasi. Selain itu, perubahan ini mungkin mengungkapkan keinginan masyarakat untuk mengeksplorasi tema-tema yang lebih gelap melalui lensa yang lebih sesuai, menekankan kedalaman emosional dan kerentanan karakter dibandingkan rasa takut. Meskipun transformasi ini memperluas daya tarik cerita vampir, hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang sifat horor dan bagaimana persepsi budaya memengaruhi pembuatan mitos. Kutipan tersebut menggarisbawahi bahwa mitos vampir saat ini telah beralih dari kengerian yang tidak diketahui dan merangkul narasi yang lebih bernuansa—yang menggabungkan rayuan, tragedi, dan daya tarik misteri daripada teror langsung. Perubahan ini juga mencerminkan tren budaya yang lebih luas di mana bahaya dan kerentanan saling terkait, menjadikan makhluk mitos ini lebih mudah dipahami dan kompleks secara emosional, yang pada akhirnya memperluas signifikansi metaforis mereka dalam sastra dan media.