Ketika sebuah buku hanya sekedar plot lho, dua pria memperebutkan cinta seorang wanita di perbatasan yang liar, saya langsung bertanya, 'Kenapa?'
(When a book is just a plot, you know, two men fight for the love of a woman in a wild frontier, I immediately ask, 'Why?')
Kutipan ini menantang kedangkalan penceritaan yang hanya mengandalkan kiasan dan klise yang dapat diprediksi. Hal ini mendorong kita untuk mempertimbangkan motivasi yang lebih dalam dan elemen unik yang membuat sebuah cerita menarik lebih dari sekedar alur ceritanya. Dengan mempertanyakan kesederhanaan narasi tersebut, hal ini mendorong pendongeng untuk mengeksplorasi tema, pengembangan karakter, dan orisinalitas yang lebih bermakna. Pada akhirnya, hal ini mengingatkan kita bahwa cerita yang menarik muncul dari perjuangan karakter yang asli dan latar belakang yang rumit, bukan hanya alur cerita yang sudah dikenal.