Ketika saya berbicara dengan seseorang, saya selalu dapat melihat apakah saya gagal atau berhasil. Saya mengatur apa yang saya katakan dalam kaitannya dengan apa yang saya pikirkan. Saya selalu mencari kebenaran tentang suatu subjek atau orang, dan saya memandang setiap pertemuan sebagai eksperimen besar.
(When I am talking to someone, I can constantly see whether I am failing or succeeding. I am regulating what I am saying in terms of how I think I'm doing. I'm always searching for the truth of a subject or person, and I look at every meeting as a grand experiment.)
Kutipan ini menyoroti pendekatan penuh perhatian terhadap komunikasi dan kesadaran diri. Hal ini menekankan pentingnya menyadari secara kritis kinerja seseorang selama interaksi dan melakukan penyesuaian. Pencarian kebenaran yang terus-menerus mencerminkan pola pikir yang ingin tahu, menghargai pemahaman yang tulus dibandingkan pertukaran yang dangkal. Memandang setiap pertemuan sebagai "eksperimen besar" mendorong rasa ingin tahu, keterbukaan terhadap pembelajaran, dan menerima ketidakpastian sebagai bagian dari pertumbuhan. Memasukkan prinsip-prinsip ini dapat menghasilkan percakapan yang lebih autentik dan pengembangan pribadi, membina hubungan yang lebih baik dan wawasan yang lebih dalam.