Saat saya pertama kali memulainya, sebenarnya belum ada komunitas guru kecantikan. Saya tidak memiliki sumber daya produksi yang tepat. Saya harus belajar cara mengedit. Saya bahkan tidak punya produk kecantikan. Saya harus keluar dan membelinya sendiri karena merek kecantikan bahkan tidak tahu apa itu guru kecantikan.

Saat saya pertama kali memulainya, sebenarnya belum ada komunitas guru kecantikan. Saya tidak memiliki sumber daya produksi yang tepat. Saya harus belajar cara mengedit. Saya bahkan tidak punya produk kecantikan. Saya harus keluar dan membelinya sendiri karena merek kecantikan bahkan tidak tahu apa itu guru kecantikan.


(When I first started, there really was no beauty guru community. I didn't have the right production resources. I had to learn how to edit. I didn't even have beauty products. I had to go out and buy them myself because beauty brands didn't even know what a beauty guru was.)

📖 Michelle Phan

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti asal usul banyak influencer sukses, menekankan dedikasi dan akal yang diperlukan untuk membangun platform dari awal. Hal ini menggarisbawahi pentingnya ketekunan, pendidikan mandiri, dan inisiatif dalam menciptakan ceruk pasar, bahkan ketika dukungan eksternal dan pengakuan industri tidak ada. Kisah-kisah seperti ini menginspirasi calon kreator untuk bertahan melewati tantangan dan berinovasi dengan sumber daya yang terbatas. Hal ini juga mencerminkan seberapa besar komunitas kecantikan telah berevolusi, bertransisi dari etos DIY menjadi industri yang tersebar luas, berkat para pionir awal yang percaya pada visi mereka meskipun mengalami kesulitan.

Page views
0
Pembaruan
Januari 11, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.