Ketika saya membaca 'Maus', saya menyadari bahwa Anda dapat menceritakan sebuah kisah yang sangat penting dengan menggunakan novel grafis.
(When I read 'Maus,' I realized you could tell a story of tremendous import using the graphic novel.)
Kutipan ini menyoroti bagaimana novel grafis adalah media bercerita yang kuat, mampu menyampaikan narasi yang mendalam dan berdampak. Hal ini menantang anggapan tradisional bahwa kedalaman sastra hanya terbatas pada teks saja, yang menggambarkan bahwa pengisahan cerita secara visual dapat membangkitkan emosi dan menyampaikan tema-tema kompleks dengan cara yang sama efektifnya. Menyadari kedalaman 'Maus' menekankan pentingnya merangkul beragam format penyampaian cerita untuk menjangkau khalayak yang lebih luas dan mengomunikasikan pengalaman yang bermakna.