Ketika saya mulai berakting, saya ditanya, 'Apa impianmu?' 'Apa yang ingin kamu capai?' Saya akan berkata, 'Oh, saya ingin duduk di hadapan DeNiro dan memegang milik saya sendiri.' Tapi, Anda tidak pernah berpikir itu akan terjadi.
(When I started acting, I was asked saying, 'What's your dream?' 'What would you like to achieve?' I would say, 'Oh, I'd like to sit opposite DeNiro and hold my own.' But, you never think it's gonna happen.)
Kutipan ini menyoroti kekuatan mimpi dan aspirasi, tidak peduli betapa mulianya mimpi dan aspirasi tersebut pada awalnya. Sharon Stone merefleksikan perjalanannya dari ambisi ambisius hingga mencapai kesuksesan signifikan di Hollywood. Ini berfungsi sebagai pengingat bahwa ketekunan dan keyakinan pada tujuan seseorang dapat mengubah mimpi yang tampaknya mustahil menjadi kenyataan. Kerendahan hati dalam kata-katanya juga menggarisbawahi bahwa pencapaian yang diakui sering kali merupakan hasil dari upaya dan harapan yang berkelanjutan, mendorong calon talenta untuk terus bermimpi besar dan tetap berkomitmen.