Entah seseorang mengagumi atau merasa jijik dengan posisi yang diambilnya dalam masalah-masalah luar negeri dan dalam negeri, tidak dapat disangkal bahwa kemampuan Reagan untuk menunjukkan kemarahan sangat menarik bagi para pendukungnya yang paling bersemangat dari sayap kanan – dan sangat penting bagi keberhasilan politiknya.

Entah seseorang mengagumi atau merasa jijik dengan posisi yang diambilnya dalam masalah-masalah luar negeri dan dalam negeri, tidak dapat disangkal bahwa kemampuan Reagan untuk menunjukkan kemarahan sangat menarik bagi para pendukungnya yang paling bersemangat dari sayap kanan – dan sangat penting bagi keberhasilan politiknya.


(Whether one admired or was repulsed by the positions he took on matters foreign and domestic, it is undeniable that Reagan's ability to project anger was highly attractive to his most passionate supporters on the far right - and crucial to his political success.)

📖 Jackson Katz

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti sifat kompleks dari karisma politik dan kualitas yang dimiliki oleh basis pendukung yang penuh semangat. Kemampuan Ronald Reagan untuk menggambarkan kemarahan dan ketegasan menjadi alat politik yang ampuh, membangkitkan semangat sebagian pemilih yang memandang kekuatan dan keyakinan yang tak tergoyahkan sebagai kualitas penting dalam kepemimpinan. Sifat-sifat tersebut sering kali membangkitkan rasa keaslian dan tekad, terutama di era yang dianggap sebagai ketidakstabilan atau ketidakpastian politik. Kutipan tersebut menggarisbawahi fenomena yang lebih luas di mana tampilan emosi, baik seseorang setuju atau tidak, dapat secara signifikan mempengaruhi kesuksesan politik. Dalam kasus Reagan, kemarahan yang terpancar mungkin menunjukkan keseriusan dan kesediaan untuk menghadapi masalah-masalah sulit secara langsung, sebuah sifat yang sangat menarik bagi pendukung sayap kanannya yang memprioritaskan kebijakan konservatif yang kuat dan diplomasi yang tegas. Pemahaman ini mengundang refleksi mengenai hakikat komunikasi politik yang efektif: komunikasi politik tidak semata-mata tentang gagasan atau kebijakan tetapi juga tentang hubungan emosional yang dibangun oleh pemimpin dengan audiensnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai etika dan dampak dari penampilan emosional tersebut, terutama ketika hal tersebut mempolarisasi atau memperdalam perpecahan. Pada akhirnya, kutipan ini merangkum bagaimana kualitas kepemimpinan—baik positif maupun negatif—sering terkait dengan ekspresi dan persepsi emosional, yang membentuk karier individu dan lanskap politik yang lebih luas.

Page views
64
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.