Dalam karya John Dos Passos '"Rosinante ke jalan lagi," frasa itu menunjukkan keseimbangan antara kehidupan pribadi penulis dan upaya sastra. Metafora roti manis kemungkinan mengacu pada pengalamannya yang menyenangkan dan pemenuhan yang ia temukan dalam hidup, kontras dengan tema -tema yang lebih gelap yang ia jelajahi melalui novel -novelnya. Dualitas ini menyoroti bagaimana seorang penulis dapat mempertahankan kegembiraan dalam kehidupan sehari -hari mereka sambil mempelajari narasi yang kompleks, bahkan keras dalam cerita mereka.
Dos Passos menyiratkan bahwa ada kebebasan dalam kreativitas yang memungkinkan penulis untuk mengekspresikan kebenaran yang lebih dalam dan terkadang lebih gelap. Ketika dia menikmati rasa manis kehidupan, dia tidak terbebani untuk menulis tentang subjek yang sulit, meninggalkan ruang untuk ekspresi emosional dan kritik. Ini menggarisbawahi gagasan bahwa pengalaman dan perasaan seorang penulis dapat hidup berdampingan, memperkaya mendongeng dan memungkinkan untuk eksplorasi otentik pengalaman manusia.