Siapa yang tidak menginginkan bola? Semua orang menginginkan bola; semua orang ingin mencetak gol.
(Who doesn't want the ball? Everyone wants the ball; everyone wants to score.)
Kutipan ini menyoroti keinginan universal manusia akan peluang dan pengakuan. Bola berfungsi sebagai metafora potensi dan peluang untuk sukses, terutama dalam lingkungan kompetitif seperti olahraga, pekerjaan, atau aktivitas pribadi. Keinginan untuk menguasai bola mencerminkan ambisi, kepercayaan diri, dan dorongan untuk memberikan pengaruh. Menyadari bahwa setiap orang ingin memiliki peluang menggarisbawahi pentingnya berbagi, kerja sama tim, dan ketekunan dalam mencapai tujuan. Hal ini juga mengingatkan kita bahwa kesuksesan sering kali datang dari upaya kolektif, dimana keinginan setiap orang untuk berkontribusi dapat berujung pada pencapaian bersama.