Keseimbangan kehidupan kerja bagi para pendiri tidak terlihat seperti keseimbangan kehidupan kerja bagi orang lain. Memulai sebuah perusahaan bukanlah pekerjaan dari jam sembilan sampai jam enam - atau pekerjaan dari jam sembilan sampai jam sembilan, atau pekerjaan dari jam sembilan sampai tengah malam.

Keseimbangan kehidupan kerja bagi para pendiri tidak terlihat seperti keseimbangan kehidupan kerja bagi orang lain. Memulai sebuah perusahaan bukanlah pekerjaan dari jam sembilan sampai jam enam - atau pekerjaan dari jam sembilan sampai jam sembilan, atau pekerjaan dari jam sembilan sampai tengah malam.


(Work-life balance for founders doesn't look like work-life balance for everyone else. Starting a company isn't a nine-to-six job - or a nine-to-nine job, or a nine-to-midnight job.)

📖 Kathryn Minshew

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti tantangan unik yang dihadapi para wirausahawan dan pendiri startup dalam menyeimbangkan kehidupan pribadi dan profesional mereka. Tidak seperti peran tradisional yang sering kali mengikuti jam kerja tetap, memulai dan menjalankan perusahaan menuntut dedikasi yang tinggi, fleksibilitas, dan seringkali komitmen tanpa kompromi. Para pendiri sering kali mendapati diri mereka tenggelam dalam pekerjaan mereka di luar jadwal biasanya, yaitu jam sembilan sampai jam lima, terkadang bekerja hingga larut malam atau selama akhir pekan. Keterlibatan yang intens ini dapat mengaburkan batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, sehingga sulit untuk mempertahankan batasan konvensional.

Namun, pesan mendasarnya adalah konsep keseimbangan kehidupan kerja sangat subjektif dan bergantung pada konteks. Bagi wirausahawan, mencapai keseimbangan sempurna mungkin tidak realistis atau bahkan tidak diinginkan jika hal tersebut berarti mengorbankan semangat, tujuan, dan dorongan yang mendorong usaha mereka. Sebaliknya, banyak yang merasa puas dengan mengintegrasikan aktivitas profesional mereka dengan identitas pribadi, dan menerima bahwa beban kerja mereka dapat berfluktuasi secara signifikan dari waktu ke waktu.

Penting bagi para pendiri untuk memperhatikan kesehatan mental dan fisik mereka dan mengembangkan strategi yang mencegah kelelahan, bahkan di tengah jadwal yang padat. Menyadari bahwa pengalaman mereka mengenai keseimbangan kehidupan kerja dan kehidupan berbeda dari pengalaman orang lain dapat menumbuhkan kesabaran dan rasa welas asih yang lebih besar. Hal ini juga menggarisbawahi perlunya pendekatan yang disesuaikan untuk mengelola waktu dan kesejahteraan mereka, memastikan produktivitas dan kepuasan yang berkelanjutan sambil membina hubungan pribadi dan semangat kewirausahaan mereka.

Page views
66
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.