Ya, saya adalah seorang pengganggu. Tapi membuang sampah di jalanan adalah caraku mengatasi kemarahan yang kurasakan terhadap orang tuaku.
(Yes, I was a bully. But the scrapping on the streets was my way of dealing with the anger I felt towards my parents.)
Kutipan ini mengungkapkan bagaimana individu terkadang menyalurkan gejolak batinnya melalui perilaku agresif, seperti perundungan dan perkelahian jalanan. Ini menyoroti hubungan kompleks antara kemarahan pribadi dan tindakan lahiriah, menekankan pentingnya memahami akar dari perilaku tersebut. Menyadari bahwa emosi yang mendasari, terutama dari hubungan keluarga yang menantang, dapat memengaruhi tindakan sangatlah penting untuk empati, pertumbuhan, dan penyembuhan. Mengatasi perasaan ini dapat menghasilkan mekanisme penanggulangan yang lebih sehat dan ketahanan emosional yang lebih kuat.