Anda dapat menyangkal pengorbanan apa pun dengan mengklaim bahwa hal itu membuat penderitanya merasa sangat senang melakukannya sehingga sebenarnya itu bukanlah pengorbanan sama sekali, melainkan hanya tindakan egois lainnya.

Anda dapat menyangkal pengorbanan apa pun dengan mengklaim bahwa hal itu membuat penderitanya merasa sangat senang melakukannya sehingga sebenarnya itu bukanlah pengorbanan sama sekali, melainkan hanya tindakan egois lainnya.


(You can deny any sacrifice by claiming that it made the sufferer feel so good to do it that it really wasn't a sacrifice at all, but just another selfish act.)

πŸ“– Orson Scott Card

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Penulis

πŸŽ‚ August 24, 1951
(0 Ulasan)

Dalam "Xenocide" oleh Orson Scott Card, gagasan pengorbanan dieksplorasi melalui lensa altruisme versus kepentingan pribadi. Gagasan tersebut menunjukkan bahwa seseorang dapat menentang keabsahan suatu pengorbanan dengan mengklaim bahwa individu tersebut merasakan kesenangan dalam melakukan pengorbanan tersebut, sehingga mengkategorikannya sebagai tindakan egois dan bukan persembahan tanpa pamrih yang sebenarnya. Hal ini menantang keyakinan umum bahwa pengorbanan pada dasarnya mulia dan menimbulkan pertanyaan tentang motivasi di balik tindakan kita. Kutipan tersebut menyoroti dilema filosofis mengenai sifat pengorbanan dan apakah sikap tidak mementingkan diri sendiri dapat dicapai. Jika tindakan yang dilakukan atas nama pengorbanan didorong oleh kepuasan pribadi yang dihasilkannya, apakah tindakan tersebut benar-benar dapat dianggap sebagai pengorbanan? Hal ini mengajak pembaca untuk merefleksikan interaksi kompleks antara niat, emosi, dan moralitas dalam perilaku manusia.

Dalam "Xenocide", Orson Scott Card meneliti sifat kompleks dari pengorbanan dan mendorong pembaca untuk mempertimbangkan apakah tindakan yang diambil untuk orang lain benar-benar tidak mementingkan diri sendiri. Kutipan tersebut menyiratkan bahwa jika seseorang memperoleh kebahagiaan dari pengorbanannya, hal itu dapat diartikan sebagai tindakan egois, mempertanyakan keaslian altruisme.

Perspektif ini membuka diskusi tentang motivasi di balik tindakan kita, mengundang eksplorasi lebih dalam mengenai apa artinya berkorban demi orang lain. Hal ini menantang asumsi bahwa semua pengorbanan adalah mulia, dan malah menyatakan bahwa perasaan dan keinginan seseorang dapat mempersulit kemurnian tindakan tersebut.

Page views
218
Pembaruan
Oktober 31, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.