Anda tidak bisa menjadi kuat sampai Anda melihat sisi lucunya.
(You can't really be strong until you see a funny side to things.)
Kutipan ini menyoroti interaksi antara kekuatan dan humor, menekankan bahwa ketahanan sejati dan kekuatan batin sering kali berasal dari kemampuan untuk menemukan kesembronoan bahkan dalam situasi yang menantang. Saat kita menghadapi kesulitan, wajar jika kita berfokus pada keseriusan atau gawatnya keadaan tersebut. Namun, mengembangkan kemampuan untuk melihat sisi lucu atau lebih ringan dapat berfungsi sebagai mekanisme penanggulangan yang penting, memungkinkan kita mempertahankan perspektif dan stabilitas emosional. Humor bertindak sebagai perisai dan jembatan; hal ini meredakan ketegangan, memupuk hubungan dengan orang lain, dan membantu kita memproses kesulitan dengan lebih efektif. Mengenali sisi lucunya tidak mengurangi keseriusannya namun memungkinkan kita menghadapi masalah dengan pola pikir yang seimbang. Itu mengajarkan kerendahan hati, kesabaran, dan penerimaan—aspek kunci dari kekuatan emosional. Selain itu, humor dapat menumbuhkan ketahanan dengan mendorong sikap fleksibel terhadap ketidakpastian dan kemunduran hidup yang tak terelakkan. Hal ini mengingatkan kita bahwa meskipun kita tidak selalu dapat mengendalikan peristiwa-peristiwa eksternal, kita dapat mengendalikan persepsi dan reaksi kita terhadap peristiwa-peristiwa tersebut. Melihat sesuatu dengan humor juga menumbuhkan empati, karena memfasilitasi pemahaman dari sudut pandang yang berbeda. Pada akhirnya, menerima humor dan sikap ringan hati tidak berarti mengabaikan kesulitan, melainkan mengintegrasikannya ke dalam narasi pribadi kita dengan cara yang membuat kita lebih kuat dan lebih mudah beradaptasi. Mengembangkan kemampuan ini dapat sangat mempengaruhi kesejahteraan mental kita, membuat kita lebih tangguh dalam menghadapi sifat hidup yang tidak dapat diprediksi.
---Ken Kesey---