Anda memperoleh kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri melalui setiap pengalaman yang membuat Anda benar-benar berhenti untuk menghadapi rasa takut. Anda bisa berkata pada diri sendiri, 'Saya pernah mengalami kengerian ini. Saya bisa mengambil hal berikutnya yang akan datang.'

Anda memperoleh kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri melalui setiap pengalaman yang membuat Anda benar-benar berhenti untuk menghadapi rasa takut. Anda bisa berkata pada diri sendiri, 'Saya pernah mengalami kengerian ini. Saya bisa mengambil hal berikutnya yang akan datang.'


(You gain strength, courage, and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face. You are able to say to yourself, 'I lived through this horror. I can take the next thing that comes along.')

📖 Eleanor Roosevelt

🌍 Amerika

🎂 October 11, 1884  –  ⚰️ November 7, 1962
(0 Ulasan)

Kutipan ini dengan indah merangkum kekuatan transformatif dalam menghadapi ketakutan seseorang secara langsung. Hal ini mengingatkan kita bahwa kesulitan dan pengalaman yang menantang bukan sekadar hambatan, namun merupakan peluang untuk berkembang. Ketika kita menghadapi ketakutan kita secara langsung, alih-alih menghindari atau menyangkalnya, kita membuka cadangan ketahanan dan kekuatan batin yang mungkin tidak akan kita temukan sebaliknya. Setiap kali kita menghadapi sesuatu yang mengintimidasi kita, kita menegaskan kemampuan kita untuk bertahan dan mengatasinya, serta membangun kepercayaan diri di sepanjang jalan. Proses ini sering kali melibatkan perubahan mental—dari memandang kesulitan sebagai masalah yang tidak dapat diatasi menjadi memandang kesulitan sebagai batu loncatan menuju perbaikan diri. Pengalaman seperti itu pada akhirnya membentuk diri yang lebih kuat dan berani. Dalam istilah praktis, ini berarti menerima ketidaknyamanan dan ketidakpastian, memahami bahwa setiap konfrontasi dengan rasa takut adalah bagian penting dari pengembangan pribadi. Hal ini juga menumbuhkan rasa pemberdayaan, karena setelah melewati situasi sulit, kita menyadari bahwa kita lebih mampu daripada yang kita yakini. Yang terpenting, perspektif ini mendorong ketekunan dan pola pikir berkembang, sehingga menjanjikan bahwa tantangan berikutnya mungkin tidak terlalu berat karena kita telah membuktikan pada diri sendiri bahwa kita mampu menghadapi kesulitan. Secara keseluruhan, inti dari kutipan ini mendorong ketahanan, keberanian, dan kepercayaan diri, terutama pada saat-saat ketika menyerah mungkin tampak lebih mudah. Ketakutan kita, jika kita hadapi dengan berani, akan menjadi katalis bagi diri kita yang lebih percaya diri, tangguh, dan berani.

Page views
55
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.