AI mungkin merupakan teknologi yang hebat, namun segalanya tidak akan menjadi lebih baik hanya dengan menambahkan AI.
(AI might be a powerful technology, but things won't get better simply by adding AI.)
Kutipan ini menangkap kebenaran mendasar tentang integrasi kecerdasan buatan ke dalam berbagai aspek kehidupan kita. Meskipun AI memiliki potensi transformatif, penyertaan AI dalam sistem atau proses tidak secara otomatis menjamin peningkatan atau kesuksesan. Hal ini menjadi pengingat bahwa nilai sebenarnya dari AI tidak hanya terletak pada kemampuan aslinya, namun juga pada penerapannya secara bijaksana dan etis.
Dalam banyak hal, kutipan tersebut menantang kesalahpahaman umum: bahwa teknologi saja merupakan obat mujarab untuk permasalahan yang kompleks. Meskipun AI sangat kuat, kemampuan AI akan baik jika diterapkan dalam konteks manusia: data yang digunakan untuk melatihnya, tujuan yang ditetapkan oleh penciptanya, serta kerangka sosial dan etika yang mengatur penggunaannya. Tanpa pertimbangan matang dan rancangan yang terarah, penerapan AI hanya akan memperbesar permasalahan yang sudah ada seperti bias, kesenjangan, atau inefisiensi, dan bukannya menyelesaikan permasalahan tersebut.
Terlebih lagi, pernyataan ini mengajak para pemangku kepentingan – mulai dari pengembang hingga pembuat kebijakan – untuk melihat lebih jauh lagi kegembiraan yang ada di sekitar AI. Menekankan pengembangan AI yang bertanggung jawab sangatlah penting, termasuk transparansi, akuntabilitas, dan evaluasi berkelanjutan. Laporan ini menekankan bahwa jalan menuju kemajuan yang berarti tidak hanya sekedar mengikuti tren AI, namun juga menanamkan AI dalam strategi koheren yang bertujuan untuk memecahkan tantangan nyata.
Intinya, perspektif ini mendorong pandangan yang seimbang: menghargai kekuatan AI, namun menyadari bahwa hasil yang lebih baik bergantung pada kebijaksanaan manusia, praktik etis, dan penerapan yang bijaksana. Dengan melakukan hal ini, masyarakat dapat memanfaatkan AI sebagai alat untuk melakukan perubahan positif, bukan sekedar perbaikan dangkal yang mungkin membuat permasalahan mendasar tidak terselesaikan.
—Vivienne Ming—