Salah satu kejadian yang membekas dalam ingatan saya adalah kejuaraan tinju nasional sub-junior tahun 1999 yang diadakan di Kalkuta. Saya telah berlatih sangat keras untuk mencapainya, namun saya dikeluarkan pada ronde pertama. 'Jika orang lain bisa menang, kenapa kamu tidak?' Saya berulang kali bertanya pada diri sendiri.
(An incident that left an impression on me was the 1999 sub-junior national boxing championship held in Calcutta. I had trained extremely hard to get there but got kicked out in the first round itself. 'If others can win, why can't you?' I repeatedly asked myself.)
Kutipan ini menyoroti pentingnya ketahanan dan motivasi diri dalam menghadapi kemunduran. Meskipun ada kekecewaan karena tersingkir lebih awal dari kompetisi, dialog internal menekankan ketekunan dan keyakinan bahwa kesuksesan dapat dicapai melalui tekad. Saat-saat seperti ini, meskipun menyakitkan, merupakan pengalaman pembelajaran yang sangat penting, mendorong upaya dan pertumbuhan di masa depan. Merangkul kegagalan sebagai batu loncatan dan bukan kemunduran akan menumbuhkan kekuatan mental dan ketahanan dalam upaya apa pun. Pesan utamanya adalah ketekunan dan pola pikir positif dapat mengubah kekecewaan menjadi motivasi untuk sukses di masa depan.