Dan bahkan jika dia untuk pernah terbang di dalam ngarai, ngarai itu ada di pegunungan; Sehingga bahkan di swoop terendahnya, elang gunung masih lebih tinggi dari burung -burung lain di dataran, meskipun mereka melambung.
(And even if he for ever flies within the gorge, that gorge is in the mountains; so that even in his lowest swoop the mountain eagle is still higher than other birds upon the plain, even though they soar.)
Kutipan dari "Moby-Dick" karya Herman Melville menyoroti keunggulan dan keagungan yang melekat pada elang gunung, bahkan ketika tampaknya berada dalam posisi rendah. Penerbangan elang di dalam batas -batas ngarai tidak mengurangi statusnya yang tinggi, karena tetap di atas burung -burung lain yang mungkin melonjak di ruang terbuka. Metafora ini menunjukkan bahwa kebesaran sejati sering ditentukan oleh potensi dan perawakan seseorang, terlepas dari keadaan saat ini.
Dalam arti yang lebih luas, perikop ini mencerminkan tema ambisi dan ketekunan. Ini menunjukkan bahwa, seperti elang gunung, individu dapat mempertahankan cita -cita dan tujuan mereka yang lebih tinggi bahkan ketika dihadapkan dengan tantangan. Citra elang yang terbang di dalam pegunungan membangkitkan rasa ketahanan, menunjukkan bahwa kebesaran seseorang dapat dipertahankan melalui cobaan dan perjuangan, sehingga mengangkat mereka di atas orang lain yang mungkin memiliki keberhasilan luar.