Saya tidak membaptis Anda atas nama Bapa, tetapi atas nama Iblis! Ahab yang lezat, sebagai zat besi ganas yang sangat menghujani darah pembaptisan.
(I do not baptize you in the name of the Father, but in the name of the devil! Deliriously Howled Ahab, as the Malignant Iron Scorchingly devoured the Baptismal Blood.)
Dalam "Moby-Dick" Herman Melville, karakter Ahab dengan penuh semangat menyatakan pernyataan provokatif sambil melakukan apa yang ia sebut sebagai baptisan. Alih -alih memohon doa khas ayah, Ahab memilih untuk menyelaraskan dirinya dengan kekuatan gelap, menandakan pemberontakan mendalam terhadap kepercayaan konvensional. Kata -katanya mencerminkan perjuangan internal yang mendalam dan obsesi yang mendorongnya menuju pembalasan terhadap paus putih, Moby Dick.
Momen ini merangkum karakter kompleks Ahab, menyampaikan pembangkangan dan kesediaannya untuk menghadapi kejahatan dalam mengejar tujuannya. Citra "zat besi ganas" yang mengonsumsi "darah pembaptisan" menunjukkan transformasi di mana Ahab tidak hanya mencari penebusan, tetapi lebih memeluk jalan yang merusak. Kutipan menyoroti tema fanatisme dan panjangnya Ahab akan masuk dalam pencariannya, mengingatkan pada konflik eksistensial yang lebih luas yang ada di seluruh novel.