Dan kita lupa karena kita harus dan bukan karena kita mau.

Dan kita lupa karena kita harus dan bukan karena kita mau.


(And we forget because we must and not because we will.)

📖 Matthew Arnold

🌍 Bahasa inggris  |  👨‍💼 Penyair

🎂 December 24, 1822  –  ⚰️ April 15, 1888
(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti sifat kelupaan yang tidak disengaja—bagaimana ingatan atau detail tertentu memudar dari kesadaran kita bukan karena pilihan, namun sebagai konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari kondisi mental dan emosional kita. Seringkali kelupaan dianggap negatif, dikaitkan dengan kehilangan atau kelemahan; namun, hal ini juga berfungsi sebagai mekanisme penting untuk ketahanan emosional dan efisiensi kognitif. Gagasan yang kita lupakan karena kita harus menggarisbawahi batas alami kapasitas ingatan kita dan perlunya retensi selektif. Otak kita terus-menerus dibombardir dengan informasi, dan agar berfungsi secara optimal, otak kita harus memprioritaskan, menyaring, dan terkadang membuang detail di bawah ambang batas.

Terlebih lagi, kutipan ini mendorong kita untuk mempertimbangkan perbedaan antara keinginan dan keinginan untuk melupakan. Kita sering kali memilih untuk melupakan hal-hal tertentu—penekanan atau penyangkalan yang disengaja—namun banyak dari kelupaan yang terjadi di luar kemauan kita. Proses yang tidak disengaja ini dapat bersifat protektif, melindungi kita dari kenangan menyakitkan atau rangsangan yang berlebihan, sehingga memungkinkan kita untuk bergerak maju di tengah kesulitan. Hal ini juga mencerminkan ketidakkekalan ingatan, yang pada dasarnya bersifat cair, dapat mengalami kerusakan, distorsi, dan pengaruh eksternal.

Pada tingkat yang lebih luas, kutipan tersebut mendorong penerimaan terhadap proses alami ini. Daripada menolak kelupaan, memahami kebutuhan dan keniscayaan hal ini dapat menumbuhkan sikap yang lebih sehat terhadap ingatan dan sejarah. Hal ini mengingatkan kita bahwa melupakan bukanlah semata-mata sebuah kegagalan tetapi juga merupakan bagian penting dari kognisi manusia yang memfasilitasi pertumbuhan, penyembuhan, dan adaptasi. Dengan menerima gagasan bahwa kita lupa karena harus melakukannya, kita mungkin menemukan kedamaian yang lebih besar dengan kerentanan kita dan sifat ingatan kita yang hanya sementara.

Page views
138
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.