Arsitektur adalah awal dari sesuatu karena itu - jika Anda tidak terlibat dalam prinsip-prinsip pertama, jika Anda tidak terlibat dalam yang absolut, awal dari proses generatif, itu adalah dekorasi kue.
(Architecture is the beginning of something because it's - if you're not involved in first principles, if you're not involved in the absolute, the beginning of that generative process, it's cake decoration.)
Kutipan ini menekankan pentingnya pemahaman dan keterlibatan dengan prinsip-prinsip inti pada awal proses desain atau pembuatan. Arsitektur, yang seringkali dipandang hanya sebagai perwujudan fisik suatu struktur, di sini digambarkan lebih dari sekedar estetika atau dekorasi dangkal. Sebaliknya, ini adalah tentang ide-ide dasar—prinsip-prinsip pertama—yang mendasari inti dari apa yang sedang dibangun. Ketika arsitek atau desainer mengabaikan fase penting ini dan hanya berfokus pada fitur permukaan atau elemen gaya (yang disebut 'dekorasi kue'), mereka berisiko menciptakan hasil yang dangkal atau tidak penting yang tidak memiliki kedalaman atau tujuan yang bermakna.
Terlibat dalam prinsip-prinsip pertama melibatkan pemecahan masalah-masalah kompleks menjadi elemen-elemen paling mendasar dan memahami akar permasalahan serta kebenaran mendasar yang mendasari sebuah proyek. Pendekatan ini memungkinkan pengembangan solusi yang benar-benar inovatif dan berkelanjutan, yang berakar pada tujuan dan bukan sekedar penampilan. Hal ini memupuk proses generatif—sesuatu yang hidup dan berkembang secara organik dari ide-ide dasar ini.
Dalam konteks penciptaan dan desain yang lebih luas, filosofi ini dapat diterapkan secara universal. Baik dalam bidang arsitektur, teknik, seni, atau bahkan pemecahan masalah dalam disiplin ilmu lain, fokus pada prinsip-prinsip inti memastikan bahwa hasil akhir dibangun di atas dasar yang kokoh, menawarkan daya tahan, relevansi, dan keaslian. Mengabaikan prinsip-prinsip ini berisiko mengubah ciptaan menjadi hiasan—sebuah hiasan yang mungkin menarik untuk sementara waktu namun tidak memiliki substansi dan dampak jangka panjang.
Oleh karena itu, kutipan tersebut menggarisbawahi bahwa penciptaan sejati dimulai dengan pemahaman akan kebenaran dan prinsip esensial, yang kemudian membentuk hasil yang bermakna, fungsional, dan bertahan lama. Hal ini menantang para pencipta untuk melampaui estetika dangkal dan berinvestasi secara mendalam pada kebenaran dasar karya mereka.