Sebagai seorang aktor, Anda harus bisa menempatkan diri Anda ke dalam karakter tersebut karena tugas Anda benar-benar membuat karakter dan situasinya dapat dipercaya.
(As an actor, you have to be able to put yourself into the character since your job is literally making the character and the situation he is in believable.)
Kutipan ini menyoroti keterampilan penting empati dalam bertindak. Aktor yang sukses membenamkan dirinya sepenuhnya ke dalam perannya, memahami motivasi karakter, emosi, dan keadaan. Hubungan yang mendalam ini memungkinkan mereka untuk menggambarkan keaslian, membuat cerita lebih meyakinkan di mata penonton. Hal ini menggarisbawahi kekuatan transformatif dari akting — di mana fisik, suara, dan emosi digabungkan untuk menciptakan sesuatu yang dapat dipercaya dan menarik. Penguasaan keahlian ini tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, namun juga keterlibatan tulus dengan pandangan dunia dan pengalaman karakter. Pada akhirnya, kemampuan aktor untuk menjalankan peran mereka secara autentik memberikan kehidupan ke dalam narasi, membuat fiksi tampak nyata.