Aku benci tikus. Saya punya tikus peliharaan untuk mencoba mengatasinya. Saya bahkan memberinya resusitasi mulut ke mulut ketika dia mengalami serangan jantung. Tapi aku tidak bisa menaklukkannya.

Aku benci tikus. Saya punya tikus peliharaan untuk mencoba mengatasinya. Saya bahkan memberinya resusitasi mulut ke mulut ketika dia mengalami serangan jantung. Tapi aku tidak bisa menaklukkannya.


(I hate rats. I had a pet rat to try and overcome it. I even gave him mouth-to-mouth resuscitation when he had a heart attack. But I couldn't conquer it.)

📖 Sam Taylor-Johnson


(0 Ulasan)

Kutipan ini mengungkapkan pergulatan mendalam antara rasa takut dan kasih sayang. Pembicara awalnya mengakui bahwa dia sangat tidak menyukai tikus, yang merupakan fobia umum bagi banyak orang. Terlepas dari ketakutan ini, mereka menunjukkan kesediaan untuk menghadapinya dengan mengadopsi seekor tikus peliharaan, menunjukkan keinginan untuk mengatasi ketakutan pribadi melalui pengalaman langsung dan persahabatan. Tindakan melakukan resusitasi mulut ke mulut menunjukkan rasa tanggung jawab dan kebaikan yang mendalam terhadap hewan peliharaan, menyoroti upaya seseorang untuk melindungi dan menyelamatkan makhluk yang mereka takuti. Namun, kalimat penutupnya menggarisbawahi konflik internal yang terus-menerus terjadi—ketakutan pembicara tetap tidak tergoyahkan meskipun mereka telah berupaya. Hal ini secara tajam menggambarkan hubungan kompleks antara reaksi naluri dan empati yang dipelajari. Hal ini menunjukkan bahwa mengatasi ketakutan yang mengakar sering kali lebih menantang daripada sekadar memaparkan diri pada objek ketakutan tersebut. Nuansa emosional dari upaya dan kegagalan untuk menaklukkan sesuatu yang bersifat naluriah seperti rasa takut mengundang refleksi pada kondisi manusia: kapasitas kita untuk kebaikan dan kerentanan, dan perjuangan terus-menerus yang menyertai pertumbuhan pribadi yang sejati. Hal ini mengingatkan kita bahwa kemajuan mungkin lambat dan penerimaan atas ketakutan kita tanpa pemberantasan sepenuhnya masih bisa menjadi sebuah tindakan yang berani. Pada akhirnya, kutipan ini menangkap ketegangan antara keinginan kita dan realitas respons emosional inti kita, menekankan bahwa ketekunan dan kesadaran diri adalah komponen penting dalam pengembangan pribadi.

Page views
137
Pembaruan
Juli 27, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.