Segera setelah Anda mulai mencari peran khusus Asia, Kulit Hitam, atau Latin, Anda mulai melihat stereotip. Itulah permasalahan yang dihadapi oleh aktor-aktor minoritas – bukan berarti kami tidak ingin mempermainkan etnis kami; Seringkali, peran yang ditulis untuk etnis kita hanyalah sebuah stereotip.
(As soon as you start looking into roles which are specifically Asian, Black, or Latina, you start looking at stereotypes. That's the issue minority actors face - it's not that we don't want to play our ethnicities; it's that, often, the role that's written for our ethnicity is a stereotype.)
Kutipan ini menyoroti tantangan penting yang dihadapi oleh aktor-aktor minoritas: mengesampingkan peran-peran stereotip ketika casting berfokus secara eksplisit pada etnisitas. Hal ini menggarisbawahi pentingnya representasi yang bernuansa dan beragam yang melepaskan diri dari klise, sehingga memungkinkan penggambaran otentik yang mencerminkan kompleksitas pengalaman individu. Rasa frustrasi yang diungkapkan di sini mengundang industri untuk memikirkan kembali bagaimana peran dibentuk, mendorong narasi inklusif yang memberdayakan aktor tanpa membatasi mereka berdasarkan etnis.