Dalam kondisi terburuknya, Washington adalah tempat di mana kepentingan politik partisan sering kali mengalahkan kebijakan.

Dalam kondisi terburuknya, Washington adalah tempat di mana kepentingan politik partisan sering kali mengalahkan kebijakan.


(At its worst, Washington is a place where name-calling partisan politics too often trumps policy.)

📖 Bernie Sanders

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan dari Bernie Sanders secara ringkas menggambarkan realitas politik kontemporer di Washington yang sinis namun krusial. Hal ini mencerminkan rasa frustrasi mendalam yang dirasakan banyak orang terhadap lanskap politik Amerika Serikat, di mana pertikaian ideologi sering kali menutupi perdebatan substantif mengenai kebijakan. Alih-alih berfokus pada solusi bermakna yang mengatasi permasalahan seperti layanan kesehatan, kesenjangan ekonomi, dan perubahan iklim, para aktor politik malah terjebak dalam siklus serangan pribadi dan retorika partisan.

Lingkungan ini menghambat kemajuan dan mempolarisasi warga negara, sehingga membuat kolaborasi dan kompromi menjadi semakin sulit. Ini adalah sebuah komentar yang tidak hanya mengenai taktik yang digunakan para politisi namun juga lingkungan yang mereka ciptakan—sebuah tontonan di mana memenangkan hati masyarakat terkadang lebih bergantung pada mencemooh lawan dibandingkan pada pemerintahan yang berpikiran maju. Dinamika seperti ini merusak lembaga-lembaga demokrasi dengan mengikis kepercayaan dan keterlibatan masyarakat.

Namun, pengamatan Sanders juga secara implisit menuntut introspeksi di kalangan politisi, media, dan pemilih. Agar demokrasi dapat berkembang dan menyelesaikan tantangan-tantangan yang mendesak, fokusnya harus kembali ke kebijakan – gagasan dan rencana yang bertujuan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat. Beralih dari saling menyalahkan dan perselisihan partisan menuju kerja sama dan integritas adalah hal yang penting untuk membangun kembali budaya politik yang bermanfaat bagi kebaikan bersama.

Pada akhirnya, kutipan tersebut menantang kita untuk mempertimbangkan kembali prioritas-prioritas yang mendominasi wacana politik, dan mendesak agar perdebatan di atas tribalisme yang terlalu sering mendefinisikan wacana politik. Hal ini menjadi pengingat bahwa kesehatan negara demokrasi bergantung pada kapasitas negara tersebut dalam melakukan dialog yang berfokus pada kebijakan dan bukan pada teater politik yang destruktif.

Page views
73
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.