Pada dasarnya, yang saya lakukan adalah menempatkan stop, umumnya 10 hingga 20 persen di bawah harga saat ini, setiap kali saya membeli suatu saham. Level pastinya bergantung pada analisis saya sendiri terhadap pola perdagangan suatu saham. Jika suatu saham melanggar pemberhentian ini, saya keluar.
(Basically, what I do is place a stop, generally 10 to 20 percent below the current price, whenever I buy a stock. The exact level depends on my own analysis of a stock's trading pattern. If a stock violates this stop, I'm out.)
Kutipan ini menyoroti pentingnya manajemen risiko yang disiplin dalam perdagangan. Menetapkan perintah stop-loss membantu pedagang membatasi potensi kerugian dengan menjual saham secara otomatis jika turun ke harga yang telah ditentukan. Pendekatan fleksibel—menyesuaikan level stop berdasarkan pola perdagangan saham—menunjukkan perpaduan antara analisis teknis dan penilaian pribadi. Strategi seperti ini menekankan pengendalian emosi dan berpegang pada rencana, yang sangat penting untuk kesuksesan jangka panjang di pasar saham.