Perempuan telah diprogram untuk mengkritik tubuh mereka sendiri karena kita harus mendapatkan bentuk yang diinginkan masyarakat, dan khususnya laki-laki.

Perempuan telah diprogram untuk mengkritik tubuh mereka sendiri karena kita harus mendapatkan bentuk yang diinginkan masyarakat, dan khususnya laki-laki.


(Women have been programmed to criticise their own bodies because we should have the shape that society, and in particular men, want.)

📖 Ulrika Jonsson

🌍 Swedia

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti permasalahan yang berakar pada kondisi masyarakat dan pengaruh media yang membentuk persepsi perempuan terhadap tubuh mereka sendiri. Sejak usia muda, banyak perempuan dibombardir dengan standar kecantikan yang tidak realistis, yang dirancang dengan cermat oleh industri fesyen, periklanan, dan media hiburan. Standar-standar ini sering kali memprioritaskan kelangsingan, bentuk tubuh tertentu, dan ciri-ciri tertentu, sehingga menciptakan cita-cita yang tidak hanya tidak mungkin tercapai tetapi juga seringkali tidak sehat. Tekanan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan cita-cita ini menyebabkan banyak perempuan terus-menerus mengamati tubuh mereka, sehingga menumbuhkan kritik terhadap diri sendiri dan ketidakpuasan. Kritik yang terinternalisasi ini dapat berdampak signifikan pada kesehatan mental, harga diri, dan kesejahteraan secara keseluruhan, sehingga memicu masalah seperti dismorfia tubuh, gangguan makan, dan tekanan emosional. Penting untuk menyadari bahwa program semacam itu bersifat sistemik, diperkuat melalui norma-norma dan harapan-harapan budaya. Wanita sering kali dikondisikan untuk percaya bahwa nilai mereka lebih terkait dengan penampilan mereka, bukan bakat, kecerdasan, atau karakter mereka. Menantang persepsi yang sudah mendarah daging ini memerlukan upaya kolektif untuk mempromosikan kepositifan tubuh, representasi kecantikan yang beragam, dan penerimaan. Memberdayakan perempuan untuk menghargai dan merayakan tubuh mereka apa adanya dapat menghasilkan persepsi diri yang lebih sehat dan memutus siklus kritik diri. Masyarakat harus berupaya menghilangkan standar-standar berbahaya yang telah tertanam selama beberapa generasi, membangun lingkungan di mana perempuan dihargai secara holistik, lebih dari sekadar penampilan fisik.

Page views
142
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.