Bisnis adalah alat yang berguna dalam politik, namun itu saja tidak cukup. Anda memerlukan lebih dari sekadar menjadi pengusaha yang baik, menjadi politisi yang baik.
(Business is a useful tool in politics, but it's not enough. You need much more than to be a good businessman, to be a good politician.)
Kutipan ini menyoroti perbedaan antara ketajaman bisnis dan keterampilan politik. Meskipun memahami perdagangan dapat bermanfaat dalam politik, hal itu tidaklah cukup. Kepemimpinan yang efektif di arena politik memerlukan kualitas seperti empati, integritas, komunikasi, dan kemampuan menyatukan kelompok yang berbeda. Keberhasilan dalam politik bergantung pada nilai-nilai dan keterampilan di luar keahlian ekonomi—keberhasilan ini berkaitan dengan melayani kepentingan publik dan menavigasi dinamika sosial yang kompleks. Menyadari hal ini membantu menekankan pentingnya kualitas kepemimpinan yang beragam dalam tata kelola.