Jangan biarkan tujuanmu menjadi sesuatu, tapi menjadi seseorang.
(Do not let it be your aim to be something, but to be someone.)
Kutipan ini menekankan pentingnya keaslian dan pertumbuhan pribadi dibandingkan pencapaian yang dangkal. Di dunia yang sering terobsesi dengan gelar dan kesuksesan materi, keinginan untuk menjadi 'seseorang' yang sejati berarti mengutamakan karakter, integritas, dan pengaruh yang berarti. Hal ini mendorong individu untuk fokus pada pengembangan batin dan memberikan dampak positif daripada sekadar memperoleh status atau harta benda. Inti dari pesannya adalah bahwa kepuasan sejati datang dari sikap tulus dan jujur pada diri sendiri, bukan mengejar validasi eksternal atau label masyarakat.