Setiap kali ada bencana baru yang memberitakan para penambang, media berusaha menjadikan mereka pahlawan, namun mereka tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut. Mereka tidak pergi berperang atau menyerbu gedung-gedung yang terbakar atau membersihkan jalan-jalan kita dari kejahatan.
(Each time a new disaster puts miners in the news, the press tries to make them into heroes, but they don't quite fit the bill. They don't march off to war or rush into burning buildings or rid our streets of crime.)
Kutipan ini menyoroti realitas para penambang dan pengorbanan mereka yang sering diabaikan. Ketika bencana seperti kecelakaan pertambangan terjadi, media cenderung mengangkat individu-individu tersebut ke status heroik, menekankan keberanian dan ketahanan mereka dalam situasi buruk. Namun, kutipan tersebut menunjukkan bahwa peran para penambang disalahpahami atau diremehkan setelah krisis ini terjadi. Berbeda dengan tentara, pemadam kebakaran, atau petugas polisi yang secara rutin dipuji atas keterlibatan aktif mereka dalam peran penyelamatan jiwa atau tempur, penambang diposisikan dalam konteks kerja industri yang penting namun sering kali tidak terlihat atau kurang dihargai. Pekerjaan mereka berbahaya dan menuntut fisik, namun tidak sesuai dengan narasi tradisional tentang kepahlawanan yang diasosiasikan dengan tokoh pahlawan yang terlibat dalam perang atau tanggap darurat. Keterputusan ini mungkin menyebabkan apresiasi yang kurang komprehensif atas kontribusi mereka, namun menggarisbawahi pentingnya mengakui pengorbanan dan kerja keras mereka bahkan di luar bencana. Kutipan tersebut mengajak kita untuk merefleksikan persepsi masyarakat tentang kepahlawanan dan perlunya menghormati mereka yang karyanya sangat penting bagi kehidupan kita sehari-hari, yang sering kali tidak mendapat pengakuan. Hal ini menantang kita untuk melihat nilai dalam kontribusi sehari-hari dan untuk memperluas pemahaman kita tentang kepahlawanan melampaui gambaran stereotip, menghargai kekuatan dan keberanian para pekerja seperti penambang dalam membentuk dan mempertahankan komunitas kita.