Setiap hari sepulang sekolah selama 10 tahun, saya berada di lokasi syuting 'Married... with Children,' yang merupakan tempat yang sangat lucu dan jahat bagi seorang gadis kecil berseragam sekolah Katolik untuk tumbuh dewasa.
(Every day after school for 10 years, I was on the set of 'Married... with Children,' which is a really funny and perverse place for a little girl in a Catholic school uniform to grow up.)
Kutipan ini menyoroti pengalaman masa kecil yang tidak biasa saat tumbuh dalam lingkungan komedi yang sangat kontras dengan nilai-nilai tradisional. Ini menekankan perpaduan antara humor dan kesesatan yang membentuk tahun-tahun awalnya, yang berpotensi memengaruhi persepsinya tentang kenormalan, humor, dan moralitas. Penjajaran seragam sekolah Katolik dengan tema dewasa dalam sebuah komedi situasi menggarisbawahi narasi kompleks tentang kepolosan versus paparan konten dewasa di usia muda, sehingga memicu pemikiran tentang dampak paparan media awal terhadap perkembangan pribadi.