Setiap orang mempunyai kepentingan terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, yang sering kali mengorbankan lingkungan dan masyarakat. Kita membutuhkan pihak lain untuk bergabung dalam hal ini untuk melakukan check and balance.
(Everyone else has some interest in economic growth and development, which often happens at the expense of the environment and community. We need the other side to join this to check and balance.)
Kutipan ini menyoroti ketegangan penting dalam upaya mencapai kemajuan: pertumbuhan ekonomi versus kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Secara historis, banyak negara yang memprioritaskan pertumbuhan, yang seringkali mengakibatkan degradasi lingkungan dan kesenjangan sosial. Kutipan tersebut menunjukkan bahwa meskipun upaya pembangunan tersebar luas dan didorong oleh berbagai kepentingan, terkadang upaya tersebut mengabaikan atau bahkan melemahkan landasan sosial dan ekologi yang diperlukan untuk kesejahteraan jangka panjang.
Gagasan tentang perlunya “pihak lain” untuk ikut serta dalam diskusi menggarisbawahi pentingnya pembuatan kebijakan yang inklusif dan seimbang. Hal ini menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan memerlukan pendekatan kolaboratif, dimana ambisi ekonomi diselaraskan dengan pelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat. Tanpa perspektif yang seimbang ini, pertumbuhan dapat menjadi destruktif dan menimbulkan permasalahan seperti penipisan sumber daya, polusi, perpindahan sosial, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Intinya, kutipan tersebut menganjurkan perubahan paradigma—beralih dari sudut pandang yang hanya berpusat pada pertumbuhan ke sudut pandang yang mengintegrasikan pertimbangan ekologi dan sosial di setiap tingkat pengambilan keputusan. Hal ini merupakan seruan untuk mendorong dialog antara pemangku kepentingan ekonomi, aktivis lingkungan hidup, dan kelompok masyarakat, untuk memastikan bahwa pembangunan memberikan manfaat yang adil bagi semua pihak. Pendekatan ini sangat penting dalam konteks saat ini, dimana perubahan iklim, kesenjangan sosial, dan krisis lingkungan hidup menjadi semakin mendesak. Menjembatani kepentingan-kepentingan ini dapat membantu membangun model berkelanjutan yang mendorong ketahanan dan kesejahteraan yang adil, memastikan generasi masa depan mewarisi bumi yang lebih sehat dan masyarakat yang adil.