Kilas balik jarang melibatkan bahasa. Punyaku tentu saja tidak. Peristiwa-peristiwa itu bersifat visual, motorik, dan sensorik, dan terjadi dalam masa kini yang mengerikan dan tiada henti.

Kilas balik jarang melibatkan bahasa. Punyaku tentu saja tidak. Peristiwa-peristiwa itu bersifat visual, motorik, dan sensorik, dan terjadi dalam masa kini yang mengerikan dan tiada henti.


(Flashbacks rarely involve language. Mine certainly didn't. They were visual, motor, and sensory, and they took place in a relentless, horrifying present.)

πŸ“– Siri Hustvedt

🌍 Amerika  |  πŸ‘¨β€πŸ’Ό Novelis

(0 Ulasan)

Kutipan ini menawarkan wawasan mendalam tentang sifat kenangan traumatis. Hal ini menyoroti bagaimana kilas balik melampaui penceritaan kembali secara verbal, melainkan membenamkan individu dalam pengalaman indrawi yang mendalam yang mungkin terasa lebih langsung dan membebani daripada kata-kata yang diucapkan. Penggambaran kilas balik yang terjadi dalam 'masa kini yang mengerikan dan tak henti-hentinya' menggarisbawahi intensitas dan kegigihan trauma, sering kali membuat masa lalu seolah-olah menghantui momen saat ini. Mengenali aspek non-verbal dari trauma ini sangat penting untuk memahami dan mendukung mereka yang terkena dampak, menekankan perlunya pendekatan terapeutik yang mengatasi pengalaman kembali sensorik dan emosional daripada hanya pemrosesan verbal. Hal ini juga mencerminkan bagaimana cara pikiran menyimpan kenangan menyakitkan dapat mendistorsi persepsi waktu dan kenyataan.

Page views
5
Pembaruan
Desember 27, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.