Kebencian mempunyai bahasa, jadi kita harus menemukan bahasa untuk melawannya.
(Hate has a language, so we have to find a language to combat that.)
Kutipan ini menekankan pentingnya pemahaman dan komunikasi dalam mengatasi kebencian. Hal ini menunjukkan bahwa emosi negatif seperti kebencian diungkapkan melalui 'bahasa' tertentu—baik itu kata-kata, tindakan, atau simbol—dan bahwa melawan kebencian mengharuskan kita mengembangkan cara dialog atau ekspresi baru yang berakar pada empati, pengertian, dan kasih sayang. Di dunia yang penuh dengan kesalahpahaman dan konflik, belajar berbicara dalam bahasa kebaikan dan pengertian dapat menjadi alat yang ampuh untuk menjembatani perpecahan dan memupuk perdamaian.