Saya seorang Jutawan. Itu adalah agama saya.

Saya seorang Jutawan. Itu adalah agama saya.


(I am a Millionaire. That is my religion.)

📖 George Bernard Shaw

🌍 Irlandia

🎂 July 26, 1856  –  ⚰️ November 2, 1950
(0 Ulasan)

Kutipan dari George Bernard Shaw ini memberikan sudut pandang yang provokatif untuk mengkaji titik temu antara kekayaan, identitas, dan kepercayaan. Membandingkan status keuangan seseorang dengan suatu agama tidak hanya menyiratkan komitmen tetapi juga bentuk pengabdian yang membentuk nilai dan tindakan seseorang. Agama secara tradisional mencakup spiritualitas yang mendalam, kerangka moral, dan tujuan. Dengan menyatakan bahwa menjadi jutawan adalah sebuah agama, Shaw mungkin mengkritik obsesi masyarakat terhadap kesuksesan moneter dan bagaimana hal itu dapat menjadi kekuatan pendorong yang menentukan kehidupan seseorang, sama kuatnya dengan keyakinan agama.

Hal ini mengundang refleksi mengenai sejauh mana masyarakat membiarkan kekayaan materi dan akumulasi uang mendominasi prioritas dan definisi diri mereka. Kutipan ini mempertanyakan apakah tujuan finansial diperlakukan dengan semangat keagamaan, yang berpotensi mengisolasi individu dari aspek lain dari keberadaan yang bermakna seperti kasih sayang, komunitas, dan pertumbuhan pribadi di luar pencapaian finansial.

Pada saat yang sama, hal ini menekankan kekuatan dan identitas yang dapat dilambangkan oleh kekayaan dalam masyarakat kapitalis. Hal ini mungkin menyoroti bagaimana mencapai status jutawan bukan hanya sekedar keadaan ekonomi tetapi juga bentuk pengabdian sosial dan psikologis. Kutipan ini mendorong pembaca untuk mencermati apa yang mereka sembah atau anggap suci dalam hidup. Hal ini menantang perspektif kesuksesan dan menunjukkan bahwa bagi sebagian orang, kekayaan mungkin berfungsi sebagai sistem kepercayaan, menggantikan atau menutupi nilai-nilai lain yang secara tradisional dianut di bawah panji agama.

Pada akhirnya, kata-kata Shaw menjadi peringatan dan komentar mendalam tentang betapa eratnya hubungan antara uang dan identitas, sehingga mendorong kita untuk mengkaji secara mendalam nilai-nilai pribadi kita dan apa yang sebenarnya mendorong tujuan hidup kita.

Page views
94
Pembaruan
Juni 16, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.