Saya tidak bisa menjalin hubungan dan berperilaku seperti orang lain atau berpura-pura merasakan sesuatu yang tidak saya rasakan. Termasuk mengatakan hal-hal yang menurut saya dapat membahayakan hubungan.

Saya tidak bisa menjalin hubungan dan berperilaku seperti orang lain atau berpura-pura merasakan sesuatu yang tidak saya rasakan. Termasuk mengatakan hal-hal yang menurut saya dapat membahayakan hubungan.


(I couldn't be in a relationship and behave like somebody else or pretend I felt something I didn't feel. And that includes saying things I thought might jeopardize the relationship.)

📖 Kenny Loggins

🌍 Amerika  |  👨‍💼 Pemusik

(0 Ulasan)

Kutipan ini berbicara secara mendalam tentang esensi keaslian dalam hubungan pribadi. Hal ini menyoroti perlunya bersikap jujur ​​pada diri sendiri di atas segalanya, meskipun hal tersebut dapat menimbulkan ketegangan atau risiko pada hubungan. Seringkali, orang merasa terdorong untuk menyesuaikan diri, menekan perasaan aslinya, atau bahkan mengarang emosi hanya untuk menjaga keharmonisan atau menghindari konflik. Namun, kutipan tersebut menunjukkan bahwa kepura-puraan seperti itu pada akhirnya merusak fondasi hubungan yang bermakna.

Integritas dalam hubungan berarti menerima kerentanan, yang mencakup keberanian untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan sebenarnya—walaupun hal tersebut tidak selalu positif atau menenangkan. Hal ini sejalan dengan pemahaman bahwa hubungan yang sehat dibangun bukan berdasarkan ilusi atau penghindaran, namun berdasarkan komunikasi yang jujur ​​dan saling menghormati. Berpura-pura dapat menciptakan jarak dan kebencian seiring berjalannya waktu karena hal itu menghilangkan kesempatan orang lain untuk memahami dan secara tulus terlibat dengan siapa Anda sebenarnya.

Selain itu, kutipan ini secara implisit menantang norma-norma sosial dan relasional yang mengutamakan kesenangan orang lain daripada ekspresi diri. Ini adalah seruan untuk memprioritaskan kejujuran emosional, dengan menegaskan bahwa risiko membahayakan suatu hubungan tidak ada artinya dibandingkan dengan kerugian kehilangan diri sendiri. Bersikap autentik mungkin akan menimbulkan percakapan yang sulit atau ketidaknyamanan sementara, namun hal ini akan menumbuhkan kepercayaan dan keintiman yang lebih dalam dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, perspektif ini memberdayakan kita untuk menghargai kebenaran emosional kita dan percaya bahwa orang-orang yang benar-benar penting akan menerima dan menghargai kita apa adanya. Hubungan berkembang bukan pada kesempurnaan atau kesesuaian, namun pada kerentanan berani dari hubungan otentik.

Page views
189
Pembaruan
Desember 27, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.