Saya tidak memulai sekolah drama sampai saya berusia 20 tahun, dan saya rasa saya tidak akan mendapatkan banyak manfaat jika saya bersekolah ketika saya berusia 18 tahun. Saya tidak muncul di sana untuk menyenangkan siapa pun. Setelah aku diterima, aku menulis, 'Audisi Selesai' dan menempelkannya di pintu asramaku.
(I didn't start drama school until I was 20, and I don't think I would have gotten nearly as much out of it had I gone when I was 18. I didn't show up there to please anyone. After I was accepted, I wrote, 'The Audition's Over' and put it on the door of my dorm.)
Kutipan ini menyoroti pentingnya waktu, kesadaran diri, dan keaslian dalam mengejar minat seseorang. Memulai sekolah drama pada usia 20 tahun, bukan pada usia 18 tahun, menunjukkan bahwa pertumbuhan dan kedewasaan memainkan peran penting dalam mendapatkan manfaat penuh dari pengalaman pendidikan atau pengalaman mendalam. Ketika seseorang memasuki lingkungan yang menantang seperti sekolah drama, penting untuk melakukan pendekatan dengan tulus, daripada mencoba mengesankan orang lain atau memenuhi ekspektasi eksternal. Tindakan menulis "The Audition's Over" dan meletakkannya di pintu asrama melambangkan penetapan batasan pribadi dan menyatakan kemandirian dari tekanan atau penilaian. Hal ini mencerminkan pola pikir pemberdayaan diri—mengakui kesiapan seseorang dan memprioritaskan integritas pribadi di atas pengaruh masyarakat atau teman sebaya. Momen-momen menentukan seperti ini dapat berfungsi sebagai penegasan identitas diri, sehingga memungkinkan individu untuk mengejar tujuan mereka dengan cara mereka sendiri. Sikap ini mendorong refleksi diri dan menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada waktu tetapi juga pola pikir dan pendekatan seseorang. Menghargai perjalanan unik seseorang menumbuhkan ketahanan dan rasa memiliki terhadap pengembangan pribadi. Selain itu, menunggu hingga saat yang tepat dapat membuat pengalaman menjadi lebih kaya dan berdampak, dengan menekankan bahwa pertumbuhan tidak selalu berarti kecepatan, namun tentang kemajuan yang berarti. Kutipan ini menginspirasi individu untuk memercayai diri mereka sendiri, menghormati jadwal mereka, dan tetap setia pada motivasi mereka, yang pada akhirnya mengarah pada upaya mengejar minat mereka dengan lebih memuaskan.