Saya tidak setuju dengan pesantren. Itu bukan sesuatu yang akan saya lakukan dengan anak-anak saya, tapi menurut saya itu adalah sesuatu yang terjadi di Inggris secara tradisional, dan Anda memang menjalin hubungan yang sangat dekat dengan gadis-gadis yang bersekolah dengan Anda. Namun aneh rasanya hidup di lingkungan yang hanya dihuni oleh perempuan.

Saya tidak setuju dengan pesantren. Itu bukan sesuatu yang akan saya lakukan dengan anak-anak saya, tapi menurut saya itu adalah sesuatu yang terjadi di Inggris secara tradisional, dan Anda memang menjalin hubungan yang sangat dekat dengan gadis-gadis yang bersekolah dengan Anda. Namun aneh rasanya hidup di lingkungan yang hanya dihuni oleh perempuan.


(I don't agree with boarding school. It's not something that I would do with my children, but I think it's something that kind of exists in England in a traditional way, and you do form very close relationships with the girls you go to school with. But it is a strange thing to live in an environment which is solely female.)

📖 Gabriella Wilde


(0 Ulasan)

Kutipan ini menawarkan perspektif yang berbeda tentang konsep tradisional sekolah berasrama di Inggris. Pembicara mengungkapkan ketidaksetujuan pribadinya terhadap gagasan mengirim anak-anak ke lembaga-lembaga tersebut, dan menyoroti potensi kekhawatiran mengenai lingkungan yang hanya dihuni oleh perempuan. Pengakuan bahwa sekolah berasrama dapat membina hubungan dekat di antara para siswa menunjukkan pemahaman tentang ikatan sosial yang berkembang dalam lingkungan ini. Namun, anggapan bahwa lingkungan yang seluruhnya perempuan mungkin 'aneh' menunjukkan pertimbangan masa depan mengenai keberagaman, dinamika gender, dan pengalaman sosial perempuan muda dalam lingkungan tersebut. Hal ini mengundang refleksi mengenai apakah sekolah-sekolah tersebut mendorong pembangunan sosial secara adil bagi semua gender dan apakah sekolah-sekolah tersebut secara tidak sengaja memperkuat lingkungan berbasis gender tertentu yang dapat dianggap terisolasi atau terisolasi. Dari perspektif yang lebih luas, kutipan ini menggarisbawahi pentingnya mengkaji tradisi budaya dan implikasinya terhadap perkembangan dan sosialisasi anak. Meskipun sebagian orang memandang sekolah berasrama sebagai tradisi terhormat yang memupuk ikatan yang kuat, sebagian lainnya mungkin mempertanyakan dampak jangka panjang dari lingkungan tersebut, terutama ketika lingkungan tersebut kurang memiliki keberagaman. Perspektif ini mendorong dialog berkelanjutan mengenai pilihan pendidikan, identitas budaya, dan pembentukan hubungan sosial di berbagai lingkungan, mengingatkan kita bahwa persepsi dan nilai seputar pendidikan berbeda antar budaya dan individu.

Page views
50
Pembaruan
Desember 25, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.