Aku pernah berpakaian seperti Riddler, saat aku masih terlalu berat untuk melakukannya. Saya akan memakai celana ketat. Adikku adalah anggota band metal, dan dia membuat celana ketat Riddler. Kakakku seorang yang aneh, tapi dia anggota band heavy metal, jadi aku berumur lima belas tahun yang gemuk, dan aku meminjam celana ketat Riddler miliknya dan memakainya ke sekolah bersama paketnya. Itu bukanlah ide yang bagus.
(I dressed as the Riddler once, when I was little too heavy to do. I would wear tights. My brother was in a hair metal band, and he had Riddler tights made. My brother's a geek, but he was in a heavy metal band, so I'm a chubby fifteen-year-old, and I borrow his Riddler tights and wear them to school with the package. That wasn't a good idea.)
Kutipan ini secara lucu menggambarkan kecanggungan dan kesadaran diri remaja. Pembicara merefleksikan upaya kostum masa kanak-kanak, mengungkapkan tidak hanya selera humor tetapi juga tantangan rasa minder selama masa remaja. Detail tentang meminjam celana ketat dari kakak laki-laki yang tergabung dalam sebuah band menambah lapisan dinamika saudara kandung dan eksperimen masa muda. Ini menyoroti pengalaman universal dalam mencoba menyesuaikan diri atau menonjol saat menghadapi masalah citra tubuh dan terkadang kesalahan lucu yang muncul saat tumbuh dewasa.