Saya tumbuh di era di mana semua teman orang tua Anda dipanggil bibi dan paman. Dan kemudian saya memiliki seorang bibi dan seorang bibi. Kami melihatnya pada hari libur dan waktu lainnya. Kami tidak pernah membicarakannya, tapi saya baru mengerti bahwa mereka adalah pasangan.

Saya tumbuh di era di mana semua teman orang tua Anda dipanggil bibi dan paman. Dan kemudian saya memiliki seorang bibi dan seorang bibi. Kami melihatnya pada hari libur dan waktu lainnya. Kami tidak pernah membicarakannya, tapi saya baru mengerti bahwa mereka adalah pasangan.


(I grew up in this era where your parents' friends were all called aunt and uncle. And then I had an aunt and an aunt. We saw them on holidays and other times. We never talked about it, but I just understood that they were a couple.)

📖 Patti Davis

🌍 Amerika

(0 Ulasan)

Kutipan ini menyoroti bagaimana norma-norma sosial dan pemahaman tak terucapkan membentuk persepsi kita tentang hubungan. Tumbuh di lingkungan di mana hubungan tertentu dipahami secara implisit, tanpa diskusi eksplisit, mencerminkan bagaimana isyarat budaya dan kekeluargaan memengaruhi pemahaman kita tentang keintiman dan persahabatan. Hal ini juga menyentuh cara-cara halus di mana keberagaman dalam hubungan dapat dinavigasi dalam kerangka sosial tradisional, seringkali tanpa pengakuan langsung. Mengenali nuansa ini dapat menumbuhkan empati dan kesadaran yang lebih besar terhadap perbedaan dinamika keluarga antar generasi.

Page views
0
Pembaruan
Januari 15, 2026

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.