Saya mengalami banyak kesulitan saat tumbuh dalam masyarakat di mana segala sesuatunya berpikiran tertutup, terutama yang berkaitan dengan kecantikan.
(I had a lot of difficulty growing up in a society where everything is very closed-minded, especially with beauty.)
Kutipan ini menyoroti tantangan yang dihadapi ketika norma-norma masyarakat kaku dan dangkal, khususnya yang berkaitan dengan gagasan tentang kecantikan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya merangkul perspektif yang beragam dan menantang standar yang sempit untuk mendorong inklusivitas dan penerimaan diri. Mengatasi tekanan sosial sangat penting untuk pertumbuhan pribadi dan mendefinisikan kembali kecantikan melebihi stereotip konvensional.