Saya melukai diri saya sendiri secara politik ketika saya menghadapi Jesse Jackson dalam kampanye presiden tahun 1988. Aku terlalu melengking. Saya tidak mengenali ikatan emosional yang dia miliki dengan semua pemilih kulit hitam.

Saya melukai diri saya sendiri secara politik ketika saya menghadapi Jesse Jackson dalam kampanye presiden tahun 1988. Aku terlalu melengking. Saya tidak mengenali ikatan emosional yang dia miliki dengan semua pemilih kulit hitam.


(I injured myself politically when I took on Jesse Jackson in the 1988 presidential campaign. I was too strident. I didn't recognize the emotional tie that he had with all black voters.)

📖 Ed Koch

🌍 Amerika

🎂 December 12, 1924  –  ⚰️ February 1, 2013
(0 Ulasan)

Kutipan ini menawarkan pelajaran menarik mengenai kerendahan hati politik dan pentingnya memahami lanskap emosional berbagai kelompok pemilih. Ed Koch merenungkan kesalahan strategis selama kampanye presiden tahun 1988, di mana sikap agresifnya terhadap Jesse Jackson mungkin menjadi bumerang secara politik. Hal ini menyoroti betapa kritik yang bertujuan baik pun bisa meleset jika seseorang tidak memahami ikatan emosional dan budaya yang lebih dalam yang telah dikembangkan oleh tokoh-tokoh seperti Jackson dalam komunitas mereka. Pengakuan bahwa mereka 'terlalu keras' menunjukkan pentingnya keseimbangan dalam wacana politik—ketegasan harus dibarengi dengan kesadaran akan hubungan sosial dan emosional yang mempengaruhi loyalitas pemilih. Menyadari ikatan ini sangat penting bagi para politisi yang ingin terlibat secara efektif dengan beragam konstituen. Kutipan ini juga menggarisbawahi kompleksitas yang melekat dalam politik elektoral: seseorang harus memahami tidak hanya perbedaan kebijakan namun juga sentimen mendasar yang mendorong loyalitas politik. Hal ini berfungsi sebagai pengingat bahwa strategi politik yang efektif melibatkan empati dan pemahaman terhadap konteks historis dan emosional konstituen. Dengan merefleksikan kesalahan perhitungan ini, Koch menyoroti bagaimana perbedaan dalam hubungan politik dan bagaimana kesalahan penilaian dapat menimbulkan dampak yang signifikan. Ini merupakan bukti pentingnya kepekaan budaya dan kecerdasan emosional dalam kepemimpinan. Politisi dan pemimpin dapat belajar dari hal ini untuk mendekati lawan dan konstituen mereka dengan kesadaran dan rasa hormat yang lebih besar, sehingga mendorong dialog dan hubungan yang lebih konstruktif.

Page views
51
Pembaruan
Juli 07, 2025

Rate the Quote

Tambah Komentar & Ulasan

Ulasan Pengguna

Berdasarkan 0 ulasan
5 Bintang
0
4 Bintang
0
3 Bintang
0
2 Bintang
0
1 Bintang
0
Tambah Komentar & Ulasan
Kami tidak akan pernah membagikan email Anda dengan orang lain.